Program Pengumpulan BAZNAS
Tangan-Tangan Kecil untuk NTT, SDN 33 Barabba Bulukumba Gelar Doa Bersama BAZNAS Bulukumba dan Galang Donasi
21/09/2026 | Media BaznasBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bulukumba, Tangan-tangan kecil para siswa SDN 33 Barabba di Bocco-Bocce, Desa Paenre Lompoe, Kabupaten Bulukumba, ikut bergerak untuk membantu saudara-saudara mereka yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepedulian itu diwujudkan melalui kegiatan shalat Dhuha, dzikir, dan doa bersama yang dirangkaikan dengan aksi penggalangan donasi kemanusiaan. Bukan sekadar mengumpulkan uang, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk belajar tentang arti kepedulian, empati, dan berbagi dengan sesama.
Para siswa bersama guru dan keluarga besar SDN 33 Barabba memanjatkan doa untuk masyarakat di NTT yang tengah menghadapi musibah. Setelah itu, kepedulian tersebut dilanjutkan dengan penggalangan donasi.
Dari tangan-tangan kecil yang ingin membantu sesama, berhasil terkumpul donasi sebesar Rp1.007.500. Dana tersebut disalurkan melalui Baznas Bulukumba untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di NTT.
Kepala SDN 33 Barabba, Nurati, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk solidaritas keluarga besar sekolah sekaligus bagian dari pembelajaran karakter bagi para siswa. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berbicara tentang pelajaran di dalam kelas, tetapi juga bagaimana menanamkan nilai kemanusiaan dan kepedulian kepada anak-anak sejak dini. " Kami sangat antusias bisa berkolaborasi bersama Baznas Bulukumba Semoga kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus dilanjutkan dan menjadi bagian dari pembelajaran kepedulian bagi anak-anak kami,” ujar Nurati.
Ia berharap kolaborasi antara SDN 33 Barabba dan Baznas Bulukumba dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Baznas Bulukumba, H. Bustan Kadir, mengapresiasi kepedulian keluarga besar SDN 33 Barabba yang ikut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Menurutnya, keterlibatan sekolah dalam kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun budaya kepedulian dan semangat berbagi sejak usia dini.
Anak-anak, kata dia, tidak hanya diajarkan tentang pentingnya membantu sesama, tetapi juga dilibatkan langsung dalam sebuah aksi nyata. Nominal Rp1.007.500 mungkin terlihat sederhana. Namun, di balik setiap rupiah yang terkumpul terdapat ketulusan, doa, dan kepedulian dari para siswa untuk saudara-saudara mereka yang sedang menghadapi musibah di NTT.
Dari sebuah sekolah di Bocco-Bocce, Bulukumba, kepedulian itu tumbuh. Dari tangan-tangan kecil para siswa, harapan dikirimkan.
Dan melalui aksi sederhana tersebut, SDN 33 Barabba menunjukkan bahwa untuk membantu sesama, seseorang tidak perlu menunggu menjadi besar. Sebab dari tangan-tangan kecil pun, kebaikan bisa bergerak jauh.