BAZNAS Kab Bulukumba
Tim BAZNAS Bulukumba Menyusuri Tujuh Kecamatan Bulukumba, Menjaga Harapan di Tengah Keterbatasan
18/12/2025 | Media BaznasBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bulukumba, Tim BAZNAS menyusuri tujuh kecamatan di Kabupaten Bulukumba, yaitu Gantarang, Ujung Bulu, Ujung Loe, Bonto Bahari, Herlang, Kajang, dan Rilau Ale. Sejak pagi hingga menjelang pukul lima sore, kami bergerak di bawah cuaca yang terik untuk mendistribusikan bantuan sekaligus melakukan asesmen langsung terhadap warga terdampak bencana dan masyarakat rentan.
Bantuan yang di salurkan meliputi pelunasan tunggakan BPJS Kesehatan, bantuan biaya hidup, bantuan pengobatan, serta asesmen rumah warga yang mengalami kerusakan, khususnya pada bagian dapur rumah yang tertimpa pohon akibat angin kencang yang terjadi pada malam hari. Selain itu, juga melakukan asesmen terhadap lansia terlantar yang hidup sebatang kara tanpa pendamping keluarga. (Rabu, 17 Desember 2025)
Di lapangan, Tim BAZNAS menemukan banyak kisah kemanusiaan yang menyentuh. Seorang lansia hidup di kandang ayam dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Ada pula seorang perempuan dewasa yang belum menikah yang mengidap kanker payudara dan harus menjalani kemoterapi, namun terkendala keterbatasan biaya. Pada kasus lain, kami membantu pelunasan tunggakan BPJS seorang pasien, namun pasien tersebut kemudian meninggal dunia.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kami tentang pentingnya akses layanan kesehatan yang lebih cepat, merata, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Samra salah seorang tim yang terlibat.
Samra menjelaskan bahwa perjalanan ini juga diwarnai berbagai tantangan. Tim sempat salah arah menuju lokasi asesmen dan harus berputar hampir satu jam sebelum akhirnya menemukan rumah warga yang dituju. Tim juga menyalurkan bantuan pengobatan kepada seorang ibu yang menderita penyakit gula darah tinggi hingga harus menjalani amputasi pada kelingking kakinya, mencerminkan pentingnya penanganan penyakit kronis sejak dini.
“Meski tubuh lelah dan langkah terasa berat, perjalanan ini justru menguatkan hati kami. Setiap rumah yang kami datangi menyimpan kisah tentang ketabahan, keterbatasan, dan harapan yang sederhana: ingin hidup lebih layak dan tidak merasa sendirian,” ungkapnya.
Pengalaman ini menegaskan bagi BAZNAS Bulukumba bahwa kerja-kerja kemanusiaan bukan semata soal bantuan yang disalurkan, tetapi tentang hadir sepenuh hati, menemani, dan menjaga agar harapan tetap menyala di tengah segala keterbatasan.