BAZNAS Tanggap Bencana
Kenalkan layanan darurat 112, BAZNAS Tanggap Bencana Bulukumba Hadir MPLS SMAN 6 Bulukumba
17/07/2026 | Media BaznasBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bulukumba, melalui Baznas Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Bulukumba mengisi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) UPT SMA Negeri 6 Bulukumba dengan memberikan edukasi mitigasi bencana kepada peserta didik baru, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Kegiatan dibuka dengan pengantar dari Andi Arifandi Mus, yang memperkenalkan peran dan tugas BTB Bulukumba dalam penanggulangan bencana serta pentingnya membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Materi mitigasi bencana selanjutnya disampaikan oleh Hamza, yang mengulas berbagai jenis bencana, langkah-langkah pencegahan, hingga tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Dalam penyampaiannya, Hamza mengajak para siswa untuk memahami bahwa kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam mengurangi risiko dan dampak bencana.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi praktik penanggulangan kebakaran. Pada sesi ini, siswa diperlihatkan cara menangani kebakaran akibat kebocoran tabung gas, termasuk teknik memadamkan api secara aman menggunakan peralatan yang tepat. Praktik tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para peserta karena memberikan pengalaman langsung mengenai langkah-langkah penyelamatan dalam situasi darurat.
Kepala UPT SMA Negeri 6 Bulukumba, Nurafiah mengapresiasi kehadiran BTB Bulukumba sebagai salah satu pemateri dalam rangkaian MPLS. Menurutnya, edukasi mitigasi bencana sangat penting diberikan kepada peserta didik agar mereka memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi kondisi darurat, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BTB Bulukumba berharap para siswa tidak hanya memahami teori mitigasi bencana, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi pelopor budaya sadar bencana di lingkungan masing-masing.